Langsung ke konten utama

Di Setiap Senja



Di setiap senja, biar kututurkan tentang peluh yang selalu kau keluh;
memudarkan senyum, melelahkan jiwa.
Lupakah kau akan tujuanmu?
Mengejar mulia hingga nafasmu berhenti.
Tak perlu kau tanya tentang teorema kehidupan,
Tuhan sudah mendefinisikan lewat ayat-ayatNya,
juga tentang sejatinya ibadah, seperti merahnya senja ini,
yang menurut pada titah agung , melebur dalam gelap.

Di setiap senja, biar ku jelaskan tentang lelah yang membuatmu menyerah;
Senyum saja walau tak beralasan.
Karena peluhmu, akan tercatat sebagai pahala yang tak menyudah,
Malaikat tak pernah alpa dan Tuhan tak pernah tidur.
Semua terpatri dalam hatimu yang senantiasa menyabar,
walau tak jarang amarahmu merangsang takabur,
karena kecewa yang meyayat juga bahagia yang menguap.

Di setiap senja, biar ku uraikan tentang letih yang membuatmu tertatih;
kau tentu tahu tentang manisnya surga,
yang menyeringai tawa, menggetar jiwa, membuncah asa.
Biarkan ia selalu berkobar dalam murninya tauhid,
Agar kau tak lena dengan sekarat bertopeng nikmat.
Cukuplah  iman yang menjadi landasanmu.
Hingga akhirnya semesta tunduk, pada titahNya yang tak terbantah.

Dan senja kali ini, biar ku tanya kau satu hal:
 “ masih tak relakah kau menukar  fananya dunia, dengan abadinya akhirat?”



-saat istiqamah dan lelah tak bisa terpisah-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramadhan

 Walaupun masih banyak sekali kekurangan, Ramadhan tahun ini ternyata merupakan salah satu Ramadhan terbaik yang bisa saya jalani. Anak yang sudah lebih besar dan mandiri, jarak tempat tinggal dan kantor yang hanya 5 langkah, dan jam kerja yang lebih fleksibel, mungkin adalah beberapa hal yang membuat Ramadhan kali ini terasa lebih khidmat. Ramadhan-ramadhan sebelumnya sebagai ibu hamil, menyusui, ibu dengan bayi menuju toddler, jam kerja yang masih padat, membuat saya kewalahan dalam mengatur ibadah. Puasa jelas banyak yang ketinggalan. Sholat sunnah sebisanya saja, yang penting sholat wajib tidak ketinggalan. Sholat tarawih dan Qur'an? Selalu diusahakan sebisanya. Duo ibadah primadona di bulan Ramadhan ini harus diikhlaskan karena masih sering ketempelan bocil. Meskipun kadang merasa sedih karena Ramadhan selalu menjadi waktu istimewa untuk umat Muslim, nyatanya saya hanya bisa melaluinya dengan ibadah 'alakadarnya'. Lalu saya bertemu dengan sebuah nasihat dari ukhti fill...

31

 Kebetulan kemarin baru ulang tahun yang ke 31 bareng suami, dan kami merayakannya di UGD Rumah Sakit :))) Alhamdulillah ala kulli haal Dalam sebulan belakangan ada cukup banyak pemicu stress yang bikin saya cukup kewalahan. Tapi selama saya bisa punya waktu tidur malam yang cukup, maka saya baik-baik saja. 2 diantara stressor tersebut adalah berita duka yang begitu mendadak. Sebagai sesorang yang takut kehilangan, dada saya sesak setiap kali mengingat kejadiannya. Salah satu keluarga yang kami sayangi berpulang, begitu cepat. Semakin memahamkan saya bahwa kematian itu begitu dekat. Bahwa hidup kita cuma sebentar saja di dunia. Setiap kali ada berita duka, selain mendoakan almarhum, saya juga berdoa semoga Allah memberi kelapangan untuk keluarga yang ditinggalkan, karena memang sesakit itu merasakan perubahan yang mendadak, butuh waktu cukup lama untuk membiasakan diri dengan ketiadaan seseorang. Saya pun berdoa jika kelak orang tua saya yang dipanggil duluan, hati saya diberi kela...

After They Left

I used to like to be alone. I can do anything I want without worrying about others. I always enjoy my me-time. I like to go to anywhere with myself because going with others will make me be depending on them. I liked to explore new places with myself. Yes, my self is enough for my company. I enjoyed being with my own. I liked to stay at my room for hours (with bunch of snacks, good movies, good dramas, good books). I didn't need any internet connection, I never touched my phone, and the door and window were always closed. Yes, I really enjoyed that. Sometimes, I went to the public space just with my own. Looking at the people, taking picture, doing silly things, alone. Sometimes I just went around the city by motorcycle with no direction. Alone. Sometimes I spent hours in bookstore (Being surrounded by books is my mood booster). Alone. No, I'm not an introvert. Ask my close friends or family, they know me really well. I just feel comfortable with my own company. I have m...